Tenggarong – Inovasi ABSAH (Akuifer Buatan Simpan Air Hujan) yang dikembangkan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Bidang Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) berhasil masuk nominasi dalam ajang Pekan Inovasi dan Kreativitas Tahun 2025.

Sebagai bagian dari tahapan penilaian, tim Disperkim Kukar mempresentasikan ABSAH di hadapan tim penilai pada Kamis (11/6/2026) di Ruang Kepala Bidang Inovasi dan Teknologi, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Kukar.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Bidang PSU Disperkim Kukar sekaligus inovator ABSAH, Supriyadi Agus, S.Sos., ST., memaparkan manfaat serta implementasi program yang menjadi solusi penyediaan air bersih bagi masyarakat wilayah pesisir, khususnya di Desa Tani Baru, Kecamatan Anggana.
Melalui sistem penangkapan, penyaringan, dan penyimpanan air hujan, ABSAH mampu menyediakan cadangan air bersih yang berkelanjutan. Sistem ini menjadi alternatif pemenuhan kebutuhan air bersih di kawasan yang mengalami keterbatasan sumber air baku akibat intrusi air laut dan kondisi tanah berpasir.

Selain memberikan manfaat lingkungan dan sosial, ABSAH juga berdampak pada aspek ekonomi masyarakat. Kehadiran sistem tersebut membantu mengurangi biaya yang selama ini dikeluarkan warga untuk memperoleh air bersih.
Keberhasilan menembus nominasi Pekan Inovasi dan Kreativitas Tahun 2025 menjadi bukti komitmen Disperkim Kukar dalam menghadirkan solusi inovatif yang adaptif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup serta kesejahteraan masyarakat, khususnya di kawasan pesisir Kabupaten